Rambu K3 Indonesia
Spesialis Rambu K3
 
   Home
 Signs Categories




 
Sekilas Perkembangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Di Indonesia
 
Pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia diarahkan pada pembentukan tenaga kerja profesional yang mandiri beretos kerja tinggi dan produktif.
 
Saat ini masih banyak terjadi kecelakaan kerja (Occupational accidents) dan penyakit akibat kerja (Occupational diseases) di sektor manufaktur, transportasi, konstruksi, pertambangan, pariwisata dan sektor lainnya.
 
Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan No. Kep. 02/DJPPK-PNK3/X/2009, Tanggal 12 Oktober 2009 dicanangkan Visi 2010 - 2014 yaitu : “ INDONESIA BERBUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TAHUN 2015 “.
 
Jakarta (ANTARA News) - PT. Jamsostek menyatakan dalam tahun 2012 setiap hari ada 9 pekerja peserta Jamsostek yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, sementara total kecelakaan kerja pada tahun yang sama 103.000 kasus.
 
Kepala Divisi Teknis Pelayanan PT. Jamsostek, Afdiwar Anwar dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan, di wilayah Jawa Barat dan Banten terjadi 37.390 kasus kecelakaan kerja dengan pembayaran klaim mencapai Rp. 139,6 miliar.
 
Di wilayah pantura (Bekasi, Cikarang, Karawang dan Purwakarta) terdapat 10.109 kasus kecelakaan kerja selama 2012 dengan total pembayaran klaim sebesar Rp. 45 miliar.
 
Masih tingginya angka kecelakaan kerja tersebut akibat masih terjadinya pengabaian atas keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan perusahaan.
 
"Contohnya kematian 32 pekerja tambang di Sawah Lunto, Sumbar, dan di Plaza Semanggi baru-baru ini yang tidak memakai alat keamanan kerja sehingga jatuh dari Gondola," katanya.
 
Dia mengungkapkan bahwa di Indonesia hanya 2,1 persen dari 15.000 perusahaan berskala besar yang menerapkan sistem manajemen K3. Bahkan ada perusahaan yang menganggap program K3 hanya akan menjadi tambahan beban biaya perusahaan.
 
Oleh karena itulah, PT. Jamsostek terus melakukan pelatihan dan sosialisasi K3 kepada perusahaan peserta Jamsostek agar dapat diimplementasikan di lingkungaan perusahaannya.
 
"Jika perusahaan makin sadar akan pentingnya sistem manajemen K3, diharapkan dapat menekan angka kecelakaan kerja," katanya.
 
PT. Jamsostek juga akan memberikan pelatihan kepada ahli K3 untuk menjaga keselamatan pekerja dan orang lain, menjaga aset perusahaan, dan agar semua aparat produksi dapat dipakai secara aman dan meningkatkan efisien dan produktivitas.
 
 

No

Uraian

2007

2008

2009

2010

2011

2012

1

Kecelakaan Kerja

83.714

94.736

96.314

98.711

99.491

103.000

2

Kompensasi

Rp. 219,7 M

Rp. 297,9 M

Rp. 328,51 M

Rp. 401,2 M

Rp. 504 M

-









Sumber : PT. Jamsostek (Persero)






 
Kecelakaan kerja (Occupational accidents) dan penyakit akibat kerja (Occupational diseases) terjadi diantaranya karena faktor manusia yang tidak disiplin dalam menggunakan alat-alat kerja yang disediakan serta manajemen K3 di  perusahaan yang belum optimal.
 
Salah satu upaya untuk meminimalisir kemungkinan kecelakaan kerja (Occupational accidents) dan penyakit akibat kerja (Occupational diseases) adalah dengan penggunaan alat-alat kerja secara baik dan benar, pelatihan K3 yang berkesinambungan dan pemasangan rambu - rambu K3 di lokasi - lokasi yang terdapat potensi bahaya.
 
Mari Kita tingkatkan Budaya K3 di Indonesia....
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 


 


 



 

 

 

 
 
 
 
 
 
 
RambuK3.Com © 2013 - 2014